Welcome to my blog

Minggu, 14 November 2010

11 Letusan Gunung Berapi Paling Dahsyat Sepanjang Masa

Hingga kini tercatat 11 letusan dahsyat gunung berapi yang disusun berdasarkan jumlah korban yang di akibatkan nya. Ternyata 4 diantaranya berada di Indonesia :

11. Mount Lamington

Lamington adalah gunung api dengan ketinggian 1,680 meter yang terletak di Papua New  Guinea. Sialnya hingga tahun 1951, penduduk setempat di Provinsi Oro ini mengira gunung tersebut hanyalah gunung biasa yang ditumbuhi pepohonan.

Hingga suatu malam pada 18 Januari, lahar dan asap mulai untuk keluar dari puncaknya, dan tiga hari kemudian, sebuah ledakan sangat besar dari sisi utara, menyebabkan langit ditutupi debu tebal dan  gerimis magma bercampur  uap sulfur. Dalam beberapa bulan kemudian getaran dan letusan terus berlanjut hingga radius 10 mil. Ledakannya menyebabkan total hampi 3,000 kematian.

10. Papandayan


Papandayan adalah sebuah gunung api semi-aktif yang terletak di pulau Jawa, Indonesia.  Pada 1772, gunung api ini meletus menghancurkan 40 desa di dekatnya.  Lebih dari  3,000 orang terbunuh. Gunung api ini diperkirakan masih sangat berbahaya dan terus mengeluarkan asap dan letusan-letusan di tahun 1923, 1942,  dan terus meningkatkan kekuatannya di tahun  2002.

9. Kelud

Sejak abad ke-15, Gunung Kelut telah memakan korban lebih dari 15.000 jiwa. Letusan gunung ini pada tahun 1586 merenggut korban lebih dari 10.000 jiwa.
Sebuah sistem untuk mengalihkan aliran lahar telah dibuat secara ekstensif pada tahun 1926 dan masih berfungsi hingga kini setelah letusan pada tahun 1919 memakan korban hingga ribuan jiwa akibat banjir lahar dingin menyapu pemukiman penduduk.

8. Unzen

Unzen yang terdiri dari beberapa lapis stratovolcanoes terletak di daerah Kyushu, Jepang. Gunung api setinggi 1,500 meter ini masih aktip hingga kini. Pada tahun1792  beberapa kubah lahar roboh, menyebabkan tsunami  yang membunuh lebih 15,000 orang.  Sebuah letusan terbaru di tahun 1991 telam membunuh lebih dari 40 orang dan menyebabkan kerusakan luar biasa pada bangunan-bangunan disekitarnya.

7. Ruiz


Nevado Del Ruiz, Kolumbia, dikenal karena laharnya yaitu mudflow atau longsoran yang terdiri atas air dan material pyroclastic yang mengalir dan mematikan . Di tahun 1595, 635 orang terbunuh setelah lumpur yang yang mendidih seperti dituangkan ke dalam sungai Guali dan Lagunillas, dan di tahun 1845  lebih dari  1,000 orang tewas.
Kota  Armero yang dibangun di atas magma yang mengering telah kehilangan hampir seluruh populasi penduduknya  ketika di tahun1985,  sebuah letusan telah mengalirkan lahar  dengan kecepatan 40 mil per jam dan mengubur  kota.  Lebih dari 23,000 orang tewas.

6. Mount Pelee

Gunung api yang terletak di Martinique,  kini menjadi tujuan wisatawa di Perancis yang populer untuk mengenang bahwa sesuatu yang sangat  mematikan telah terjadi di sini. Pada tahun 1902, sebuah letusan yang terbesar di abad 20 terjadi di sini dan menewaskan lebih dari 30,000 orang.
Dimulai dengan letusan kecil beruntun yang hanya mengeluarkan asap, belerang dan debu dan pada April 1902,  gunung api ini tidak sepenuhnya meletus sampai tanggal 8 Mei 1902. Air mancur lahar yang menyala, dan awan beracun meluncur deras dengan kecepatan 600 mil per jam dari gunung api tersebut.
Dengan temperatur 1075 derajat, lahar  telah mendidihkan kota St.Pierre bawahnya.   Kota  terbakar berhari-hari kemudian. Hanya dua orang yang selamat pada waktu itu.

5. Krakatau


Krakatoa, juga dikenal sebagai Krakatau, adalah pulau vulkanis  yang  still-dangerous,  terletak di Selat Sunda, Indonesia. Agustus 1883, sebuah rangkaian ledakan dahsyat  yang mengerikan dengan  kekuatan 13,000 kali lebih besar dari bom Hiroshima.  Ledakannya terdengar hingga ke Perth, Australia.
Muntahan  lebih dari 21 kilometer kubik  batu dan debu membumbung hingga setinggi 70 mil. Secara resmi, lebih dari 37,000 orang tewas.   Namun  dengan tsunami yang ditimbulkannya, korban sepertinya bisa lebih besar lagi.

4. Tambora

Tambora adalah gunung api aktip dari 130-an gunung api yang yang ada di Indonesia. Gunung raksasa setinggi  4,300 meter telah ‘melakukan’ serangkaian ledakan dari April hingga Juni di tahun 1815 dan mengguncangkan dunia dengan after-effect-nya yang mengubah stratosfir dan menyebabkan kelaparan yang buruk hingga ke  US dan Eropa pada abad ke 19.
Batu merah berpijar menghujani angkasa ketika sepenuhnya gunung tersebut meletus. Semua tumbuh-tumbuhan pada pulau dimana gunung tersebut berada dibinasakan oleh lahar dan awan beracun. Secara keseluruhan, lebih 71,000 orang tewas karena terbakar, kelaparan ataupun keracunan.

3. Mount Vesuvius


Gunung api ini menjadi nomor dua untuk kekejamannya, menyebabkan kematian hingga 25,000 nyawa. Ketika Vesuvius dengan letusan yang maha dahsyat di tahun 79 SM, sepenuhnya telah menguburkan kota Pompeii di bawahnya dengan memuntahkan ‘isi perutnya’ selama 20 jam nonstop. Sejak itu, gunung api ini meletus lusinan kali dan terakhir pada tahun 1944 beberapa desa didekatnya telah dibinasakan..

2. Laki

Laki adalah sebuah gunung api di Islandia yang legendaris yang telah tertidur sejak letusan terakhirnya yang sangat dahsyat di tahun 1783.  Dengan ketinggian 1.725 meter, gunung api ini menyebabkan kerusakan di seluruh negara ketika secara spektakuler meletus, membunuh di atas 50% populasi makhluk hidup di Islandia dengan awan belerang dan fluorine beracunnya.
Kelaparan menjadi penyebab matinya 25%  populasi tersebut.  Air mancur lahar memancar hingga 1.400 meter tingginya. Seluruh dunia merasakan akibat dari letusan tersebut.  Awan beracun menyebar hingga ke Eropa, menutupi langit belahan bumi bagian utara yang menyebabkan musim dingin datang lebih awal di Inggris dan membunuh 8.000 orang.
Di Amerika Utara, musim dingin 1784 menjadi musim dingin terpanjang dan paling dingin yang pernah tercatat. Ada catatan lebih banyak salju di New Jersey, sungai Mississippi membeku di New Orleans, dan di  ditemukan es di Teluk Mexico!.

1. Toba

Kajian palaeogeografi ahli asal AS mengetengahkan temuan terkini tentang letusan dahsyat gunung Toba di Sumatera yang menyajikan bukti tak terbantahkan betapa letusan “mega-colossal” gunung berapi zaman purbakala yang terjadi 73.000 tahun silam menimbulkan dampak dahsyat luar biasa hingga memusnahkan keberadaan kawasan hutan di anak benua India yang letaknya terpisah sejauh 3.000 mil dari pusat letusan yang kini menjadi danau Toba.
Bukti-bukti riset mencakup debu sampel penelitian yang ditemukan di lokasi daratan India, Samudera Hindia, Teluk Benggali, dan laut China Selatan dari kejadian letusan yang diperkirakan melontarkan material dan debu vulkanis hingga sejumlah 800 km³ ke atmosfir bumi dan membuat gunung berapi zaman purbakala tersebut lenyap tinggal meninggalkan kawah di muka bumi yang kini menjadi danau Toba dengan dimensi panjang 100km dan lebar 35km menjadi bukti peninggalan danau vulkanis terbesar sejagat.
Digambarkan kedahsyatan dampak letusan ini menjadikan partikel debu pada lapis atmosfir menghalangi sinar matahari ke bumi serta memantulkan kembali panas radiasi hingga selama selang 6  tahun hingga serta merta memunculkan zaman “Instant Ice Age” di muka bumi  yang berdasarkan analisa penelitian lapisan es di Greenland zaman es ini berlangsung selama 1.800 tahun.
Jika ditelaah dari data skala VEI : (Volcanic Explosivity Index)  yang dipergunakan USGS (Geological Survey Amerika Serikat), letusan luar biasa gunung Toba zaman purbakala ini diklasifikasikan kategori VEI : 8 hingga disebut “mega-colossal”  yang antara lain dicirikan dari besaran volume lontaran material vulkanis letusan -/+ 1.000 km³.
Sebagai perbandingan letusan g. Tambora (th. 1815) di kepulauan Nusa Tenggara termasuk dalam skala VEI : 7 , sedangkan peristiwa dahsyat letusan g. Krakatau (th.1883) hingga tinggal menyisakan pulau Anak Krakatau sekarang ini termasuk dalam VEI : 6.
Pada gilirannya letusan “mega-colossal” gunung berapi Toba berdampak pula terhadap proses evolusi manusia di muka bumi, walau ini masih menjadi kontroversi diantara kalangan ilmuwan.
Prof. Ambrose sendiri berpegang kajian risetnya yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah “Journal of Human Evolution” pada tahun 1998 termasuk ahli yang meyakini bahwa letusan mega volcanoToba dan kemunculan Zaman Es sesudahnya menjadikan keadaan relatif kurangnya keragaman genetika yang ada pada manusia modern sekarang ini.
Bahkan dinyatakannya peristiwa luar biasa ini nyaris mengakibatkan manusia punah dari muka bumi.
Read more »

Sabtu, 13 November 2010

Bukti Nyata Zaman Pra-sejarah Pernah Sangat Maju

Tahun 1900 ditemukan sebuah logam yang membatu yang berusia sekitar 2000 tahun disebuah kapal karam di pulau Antikythera Yunani, 50 tahun kemudian benda tersebut dilihat dengan sinar-X dan menemukan bahwa benda tersebut merupakan sebuah alat mekanik seperti mekanik pada jam tangan, penemuan ini membuat para ahli arkeologi kebingunan, karena pada saat itu bangsa yunani tidak akan mungkin membuat benda mekanik serumit itu.



Anticythère Mechanics



Anticythère Mechanics Setelah di X-ray



Perkiraannya alat ini digunakan sebagai kalender


Keberadaan mekanik pada jaman prasejarah juga bisa ditemui di kompleks kuil Dendera di Mesir. Pada ruang bawah kuil tersebut terdapat pahatan dinding dua buah benda yang menyerupai bola lampu pijar, hal ini kemudian dikaitkan dengan pertanyaan, bagaimana ruang bawah yang gelap dan panas itu mendapatkan cahaya?

beberapa teori mengatakan bahwa, ruang-ruang dalam kuil tersebut menggunakan cahaya matahari yang dipantulkan dari luar berulang kali oleh cermin-cermin didalam kuil, namun teori ini dapat terbantahkan, karena sinar yang dipantulkan semakin lama semakin lemah sehingga tak bisa menerangi semua ruangan.

Ada juga yang mengatakan menggunakan api / obor tapi tidak ada di satu ruangpun ditemukan bahan untuk membuat api, dan tidak akan cukup oksigen yang didapatkan untuk membuat obor. Jadi, satu-satunya cara untuk menerangi ruangan dalam kuil adalah dengan bola lampu.

Pertanyaannya sekarang, jika benar mereka menggunakan lampu, bagaimana mereka mendapatkan aliran listrik? Bahkan listriknya saja baru ditemukan ribuan tahun setelahnya.

Satu penemuan yang mungkin dapat mendukung keberadaan bola lampu jaman prasejarah adalah penemuan baterai bagdad yang telah di uji mampu menghasilkan listrik dengan menuangkan perasan jeruk kedalam gucinya.

Pahatan dinding dua buah benda yang menyerupai bola lampu pijar



Baterai Bagdad

 

Baterai Bagdad Diisi Perasan Jeruk


Di kompleks kuil Teotihuacan para ahli yang mempercayai ada campur tangan alien dijaman purba menemukan penataan kompleks yang mirip dengan tata letak sama dengan posisi solar system kita, tapi bagaimana mungkin designer kompleks kuil Teotihuacan mengetahui lebih dahulu system peredaran planet-planet mengitari matahari?

Bukankah hal itu memerlukan penelitian ilmiah berkelanjutan selama berabad-abad? ada yang bilang bahwaposisi kuil ini adalah sebuah kebetulan belaka, tapi jika kita melihat peninggalan sejarah ditempat lain yang bahkan lebih tua dari Teotihuacan seperti Stonehenge yang mana bila dilihat dari angkasa, lingkaran-lingkaran susunan batunya sangat menyerupai solar system kita.

Kompleks Kuil Teotihuacan



Kompleks Kuil Teotihuacan Solar System
 



Stonehenge
 



Stonehenge Solar System
 


Stonehenge Dilihat Dari Udara




Pada tahun 1929 diketemukan pula sebuah peta lukisan bertanda tangan seorang Kapten bernama Piri Reis tercantum juga tahun 1513 yang juga berarti 21 tahun setelah Colombus menemukan benua Amerika.

Yang menakjubkan adalah bahwa peta itu sangat akurat menggambarkan garis benua atau garis pulau bahkan dilengkapi dengan gambar sungai dan gunung. Bagaimana sang creator membuatnya? Pengetahuan geografi saja mulai  berkembang ratusan tahun setelahnya.

Piri Reis Map



Piri reis Map dibanding peta modern


Bukti yang paling mendukung teori adanya campur tangan alien / teknologi modern dimasa prasejarah adalah adanya kompleks peninggalan Pumapunku di dataran tinggi Bolivia, disana logika kita tidak akan bisa menerka.

Di Pumapunku ada reruntuhan struktur megalitikum yang telah dihancurkan oleh gempa bumi yang sangat dahsyat. Blok-blok yang runtuh di Pumapunku sangat menakjubkan, yang mana bentuk dari blok-blok yang berserakan mempunyai potongan / bentuk yang sempurna dan memiliki ukuran yang sama dan bahkan lebih menyerupai puzzle-puzzle.

Belum ada yang tahu pasti bagaimana suku Indian Aymara mengangkut batu-batu (800 ton/pcs) kesana, padahal dataran itu berada pada 4.000 meter diatas permukaan laut.

Pumapunku



Pumapunku Blok

Kita semua tahu, bahwa untuk mendirikan sebuah bangunan seperti Pumapunku memerlukan penulisan, perencanaan, dan ide bagaimana tiap-tiap bagian pecahan memilki fungsi masing-masing dan bagaimana cara menyatukannya, tapi para ahli telah sepakat bahwa Indian Aymara tidak pernah mengenal tulisan. Bagaimana mungkin mengerjakan puzzle Pumapunku tanpa perencanaan?

Pumapunku Blok Rekonstruksi Puzzle


Dari segi kualitas, pengerjaan batu di Pumapunku sangatlah sempurna, seperti dikerjakan oleh mesin, untuk memotong dengan ukuran tertentu, membuat lubang, bahkan membuat cekungan panjang dengan ukuran sangat kecil (millimeter), dan tiap-tiap batu mempunyai bentuk dan ukuran yang sama persis.

Padahal material-material batu yang digunakan adalah batu diorite dan granit, batu diorite adalah salah satu batu yang paling keras yang hanya bisa dikalahkan oleh berlian, para arkeolog memperkirakan alat yang digunakan oleh suku Aymara mungkin memiliki mata berlian atau berbahan berlian, namun tak seorangpun arkeolog yang mampu memperkirakan atau mencoba merekonstruksi bagaimana Indian Aymara membuat blok-blok batu tersebut.

Lubang Pada Blok Pumapunku



Pumapunku Millimeter Detail



Pumapunku Ukiran






Read more »

Minggu, 07 November 2010

Kembalinya Surya Kelahiran

Memperoleh balasan kebahagiaan dengan kembalinya surya
Saat-saat kembalinya surya disebut juga dengan grafik kelahiran. Dalam kenyataannya, dari istilah kembalinya surya ini, kita mendapatkan ekspresi “memperoleh balasan kebahagiaan” yang sering kita ucapkan ketika mendoakan seseorang yang berulangtahun.planets
Kembalinya surya Anda dihitung dari tanggal dan waktu yang pasti ketika matahari kembali ke tempat dimana dia berada pada saat Anda lahir. Ini berarti ulang tahun Anda yang sesungguhnya bisa saja jatuh pada tanggal yang sama ketika Anda lahir atau bisa saja jatuh pada hari sebelum atau sesudah Anda lahir, tergantung kapan matahari mencapai derajat yang tepat. Misalnya jika Anda  lahir pada tanggal 28 September 1950 ketika matahari berada pada 0,5 derajat LIB 00′, maka kembalinya surya Anda akan jatuh pada 27 September tahun 2004, 2005, dan 2006.
Banyak astrolog terkemuka percaya bahwa Anda bisa mempengaruhi hasil dari kembalinya surya Anda dengan cara berada di suatu tempat selain tempat kelahiran Anda atau tempat tinggal Anda pada saat kembalinya surya tersebut. Beberapa orang akan menempuh jarak yang sangat luar biasa untuk mengunjungi kota atau negara yang lain demi kembalinya surya mereka.
Ini dikarenakan perhitungan kembalinya surya bagi tempat-tempat yang berbeda dapat menyebabkan munculnya aspek-aspek yang berhubungan dengan planet yang diinginkan dan hilangnya aspek-aspek yang berhubungan dengan planet yang tidak diinginkan atau suatu planet atau planet-planet dapat merubah house atau rumah jika grafik dibangun di tempat yang berbeda.
Bagaimanapun juga, meskipun orang-orang jaman dahulu mempercayai tegak kembalinya surya di suatu lokasi adalah waktu bagi orang-orang untuk kembali atau pulang, tapi orang-orang saat itu tidak banyak menempuh perjalanan, dan mereka belum bisa mengantisipasi gaya hidup tinggi kita yang selalu berpindah-pindah.
Kembalinya surya menghabiskan waktu sehari dan membutuhkan waktu 24 jam yang kemudian diikuti oleh perkiraan kejadian-kejadian yang akan datang pada tahun itu. Namun, kita dapat berargumen bahwa sama halnya dengan suatu kemajuan, kita harus memperhitungkan kembalinya surya dengan tempat dimana individu tersebut tinggal setelah mereka kembali ke rumah. Kenapa kembalinya surya itu berbeda dengan suatu bentuk kemajuan?
Meskipun begitu, jika saya pergi ke New York pada bulan Juni, saya tidak akan maju disana dan kemudian akan kembali ke West Coast dan mengandalkan perhitungan-perhitungan di New York. Ketika saya mendahului planet-planet pada saat kembalinya surya saya untuk memperkirakan kejadian-kejadian hanya grafik untuk tempat kediaman saya saja yang bisa dipercaya.
Read more »

Gempa dan tingkah hewan

Menurut cerita orang tua dulu jika akan terjadi gempa bumi binatang-binatang di sekitar kita akan berprilaku aneh dan tidak wajar. Hal ini memang ada benarnya karena menurut penelitian yang dlakukan di china yang telah dilakukan dengan mengamati prilaku setiap hewan apabila akan terjadi suatu musibah,maka hewan-hewan tersebut akan menunjukkan perilaku yang tidak wajar seperti merasa gelisah.
Dan hal ini telah dibuktikan dengan kejadian gempa dahsyat yang pernah terjadi dichina pada tahun 1976 dimana pemerintah berhasil menyelamatkan puluhan ribu warganya dari bencana gempa yang menghancurkan sebagian besar insfratruktur di china, keberhasilan itu berkat pengamatan dan tindakan yang cepat diambil oleh pemerintah karena adanya tingkah laku sebagian besar binatang yang tidak wajar atau janggal.
Karena hewan memiliki tingkat kepekaan yang tinggi maka para ilmuwan di china memutuskan untuk melakukan survey terhadap perilaku hewan ini. Sebuah tim peneliti telah dikumpulkan untuk melakukan penelitian seperti tim ahli dari bidang biologi, geophysicist, kimia meteorology dan biophysicist.
Tim peneliti menelusuri sejumlah wilayah di china yang terkena gempa dahyat yang pernah terjadi pada tahun 1976, mereka mengumpulkan berbagai informasi dari masyarakat setempat yang ada hubungannya dengan prilaku hewan yang tidak wajar ketika sebelum terjadi gempa.
Hasil dari penelitian yang dikumpulkan oleh tim tersebut mendapati bahwa memang telah terjadi prilaku hewan yang tidak wajar ketika gempa tersebut belum terjadi. Sebagian besar kasus yang dilaporkan adalah hewan ternak yang berprilaku tidak wajar dan sebagian adalah hewan liar.
Dari sekian banyak hewan ternak atau hewan yang dipelihara oleh warga setempat tim peneliti memutuskan untuk melakukan focus penelitian terhadap burung merpati. Dari penelitian biologi ditemukan bahwa burung merpati memiliki ratusan unit saraf yang berada di tibia dan fibula diantara kaki merpati. Unit saraf tersebut terhubung langsung ke pusat saraf dan sangat sensitive terhadap getaran-getaran.
Para ilmuwan menemukan fakta bahwa burung merpati yang unit saraf yg berada di tibia dan fibula yang telah diputus terhadap saraf pusat akan tetap diam dan tenang pada saat terjadi gempa berkekuatan 4.0 skala ritcher , hal sebaliknya terjadi teerhadap burung merpati normal yang masih memiliki saraf-sarafnya, mereka menjadi terkejut dan terbang menjauh.
Karena keberhasilan penelitian ini tim peneliti china kemudian berusaha untuk membuat alat yang memiliki system kerja yang mirip terhadap cara kerja dari system saraf dari hewan ini yang mampu untuk mendeteksi getaran gempa sebelum gempa tersebut terjadi
Read more »

Sabtu, 30 Oktober 2010

Waspada, Tsunami Matahari Akan Memanaskan Atmosfir Bumi

Para ilmuwan NASA mengeluarkan peringatan tsunami. Tapi ini bukan sembarang tsunami. Ini adalah tsunami Matahari yang akan menghantam Bumi dan  dikhawatirkan mengganggu sistem komunikasi.

Para ahli astronomi di seluruh dunia yang memantau Matahari, melaporkan telah terjadi sebuah ledakan cukup besar pada akhir pekan lalu. Termasuk dari para pemantau ini adalah stasiun pemantau Solar Dynamics Observatory milik NASA.

Luapan energi Matahari yang luar biasa besar muncul bagaikan kembang api di permukaan Matahari. Gelombang energi itu terpancarkan menuju Planet Bumi bagaikan sebuah tsunami yang melintasi jarak 93 juta mil melintasi angkasa.

Seperti dilansir Telegraph.co.uk, para ilmuwan memperkirakan tsunami matahari ini akan mencapai Planet Bumi pada hari ini, Selasa (3/8/2010). Pada wilayah Bumi di dekat Kutub Utara dan Selatan, diperkirakan tsunami ini akan menghasilkan fenomena Aurora di langit.

Namun, para ilmuwan juga memperingatkan tsunami Matahari ini bisa merusak satelit komunikasi yang berseliweran di sekitar Planet Bumi. Namun tidak jelas tingkat kerusakan yang mungkin ditimbulkan.

"Kembang api yang luar biasa dari matahari. Dua ledakan sekaligus di tempat berbeda di Matahari dan menuju Bumi," kata Dr Lucie Green, astronom dari Mullard Space Science Laboratory, Surrey, Inggris.

Menurut Green, ledakan ini sangat besar sehingga tidak bisa ditahan oleh gravitasi matahari. Energi dari ledakan pun meluncur bebas ke Planet Bumi.

"Kemungkinan kita bisa melihat Aurora di langit utara dengan lebih lama," tutupnya.

( Sumber : Fitraya Ramadhanny - www.detiknews.com )


Mengungkap Keberadaan Tsunami Matahari

Di suatu waktu ada saatnya kamu harus percaya pada apa yang kamu lihat. Itulah yang coba dikatakan STEREO (Solar Terrestrial Relations Observatory) milik NASA pada para penelitinya tentang fenomena kontroversial di Matahari yakni “tsunami matahari”
Bertahun-tahun lalu, saat para ahli fisika matahari untuk pertama kalinya menyaksikan gelombang tinggi plasma panas yang berlomba di permukaan matahari, mereka menyangsikannya. Skalanya memang mengejutkan.

Gelombang tersebut berkembang semakin tinggi bahkan melebihi Bumi dan menghasilkan riak dari titik pusat dengan pola sirkular sampai pada jarak jutaan km di sekitarnya. Para pengamat yang skeptis beranggapan kalau hal itu merupakan bayangan dari suatu tipuan mata namun bukan benar-benar sebuah gelombang.
Nah sekarang…. bisa dikatakan kebenaran itu terungkap. Tsunami Matahari itu benar-benar ada.
Tsunami Matahari yang disaksikan STEREO dari sudut yang berbeda. Kredit : STEREO/NASATsunami Matahari yang disaksikan STEREO dari sudut yang berbeda.
Kredit : STEREO/NASA
Pesawat ruang angkasa kembar, STEREO mengkonfirmasi kebenaran ini pada bulan Februari 2009 saat bintik matahari 11012 secara tak terduga meletus. Letusannya melemparkan milyaran ton awan gas (CME / coronal mass ejection) ke angkasa dan mengirim tsunami yang berpacu bergulung di permukaan matahari.

STEREO berhasil merekam gelombang tersebut dari 2 posisi yang terpisah 90 derajat sehingga para peneliti bisa mendapatkan gambaran yang lebih jelas dari kejadian tersebut.
Menurut Spiros Patourakos dari George Mason University, “Ini benar-benar sebuah gelombang. Bukan gelombang air tapi gelombang raksasa plasma panas an magnetisme.”

http://www.nasa.gov/images/content/404099main_solar_tsunami_stereo_HI.jpg
Kredit : NASA
Klik pada gambar untuk memperbesar

Secara teknis ia dinamai “mode cepat gelombang magnetohidrodinamil” atau gelombang MHD” . Yang dilihat STEREO itu memiliki ketinggian 100000 km dan bergerak dengan kecepatan 250 km/s memuat energi sebesar 2400 megaton TNT.  Bayangkan saja jika ini terjadi di Bumi.

Tsunami matahari ditemukan pada tahun 1997 oleh Solar and Heliospheric Observatory (SOHO). Pada bulan Mei tahun yang sama, ledakan CME terjadi dari area aktif pada permukaan matahari dan SOHO berhasil merekan kejadian ledakan saat itu.

Menurut Joe Gurman dari Solar Physics Lab di Goddard Space Flight Center, saat itu mereka justru bertaya-tanya apakah itu sebuah gelombang atau sekedar bayangan dari ujung CME.

Sudut pandang tunggal yang dimiliki SOHO memang tidak cukup untuk mejawab pertanyaan yang ada. Tidak untuk gelombang yang pertama atau kejadian serupa yang terjadi di tahun-tahun berikutnya.
Pertanyaan itu tetap muncul sampai peluncuran STEREO di tahun 2006. Pada saat terjadinya erupsi bulan Februari 2009, STEREO-B sedang berada di atas lokasi ledakan sedangkan STEREO-A sedang berada pada sudut yang lain. Kondisi geometri yang sangat pas untuk memecahkan misteri yang ada bertahun-tahun.
http://science.nasa.gov/media/medialibrary/2009/11/24/24nov_solartsunami_resources/dancingprom.gif
Prominens yang berdansa.
Kredit : NASA
Kondisi fisik gelombang telah terkonfirmasi melalui film pendek saat gelombang tersebut menabrak sesuatu. “Kami melihat gelombang itu dipantulkan oleh lobang korona (lobang magnetik pada atmosfer matahari) dan ada film menarik dari prominens matahari yang berosilaso setelah ia ditabrak oleh gelombang tsunami tersebut. ” kata Vourlidas dari NAVAL Research Lab di Washington DC.
Tsunami matahari ini tidak berbahaya bagi Bumi, namun sangat penting untuk dipelajari. Hasilnya dapat digunakan untuk mendiagnosa kondisi Matahari. Dengan melihat bagaimana si gelombang menyebar dan mlambungkan benda lain, kita bisa mengumpulkan informasi tentang atmosfer terendah di matahari.
Menurut Vourlidas, “gelombang tsunami juga dapat membantu dalam melakukan prakiraan cuaca angkasa. Seperti  tembakan yang tepat mengenai target, gelombang ini menandai area dimana erupsi atau letusan itu terjadi.

Mengetahui lokasi ledakan akan sangat membantu kita untuk mengantisipasi jika suatu saat CME atau badai radiasi akan mencapai Bumi.” Selain itu film yang disajika juga menarik setidaknya ini film yang berasal dari luar Bumi.
Read more »

Kejadian di Sekitar Matahari

SOLAR 001


Sekumpulan awan besar yang terdiri dari plasma padat yang relatif dingin terlihat tertahan di dalam panasnya matahari, corona tipis. Pada saat tertentu awan ini dapat meledak, terlepas dari atmosfir matahari. Emisi dari garis spectral menunjukan chromosphere bagian atas yang memiliki temperatur 60.000 derajat K (lebih dari  100.000 derajat F).

Setiap bagian dari gambar ini menunjukan struktur medan magnet. Bagian
terpanas nampak hampir berwarna putih, sementara bagian berwarna merah gelap menunjukan bagian yang memiliki temperatur lebih dingin.
(Courtesy of SOHO/EIT consortium)

SOLAR 002


Close up detail dari structur magnetic di atas permukaan matahari, dilihat dari H-alpha wavelength pada 22 agustus 2003. (solar teleskop 1-m swedia (SST) yang dioperasikan oleh Royal Swedish Academy of Sciences, Oddbjorn Engvold, Jun Elin Wiik, Luc Rouppe vander Voort)


SOLAR 003


NASA STEREO satellite menangkap gambar pertama tabrakan antara "Badai" matahari, yang disebut coronal mass ejection (CME), dan comet pada 4 april 2007. Tabrakan ini menyebabkan terlepasnya ekor plasma comet. Comet adalah sisa dari formasi tata surya milyaran tahun lalu.

Comet biasanya berada di bagian dingin, yang jauh dari tata surya, tapi kadangkala tarikan grafitasi dari planet, comet lain atau bahkan bintang di dekat comet tersebut membawa comet ke dalam tata surya.

Sesampainya di tata surya, panas matahari dan radiasi menguapkan gas dan debu dari comet yang membentuk ekor comet. Comet biasanya memiliki 2 ekor, yang satu terbentuk dari debu dan yang satu terbentuk dari gas yang terkonduksi secara electric yang disebut plasma. (NASA/STEREO).

SOLAR 004


Gambar dari bagian matahari yang aktif diambil pada 24 juli 2002 dekat bagian timur matahari. Bagian highlight gambar adalah bentuk tiga dimensional dari photosphere jika dilihat dari sudut besar ini. Struktur pada bagian sunspot yang gelap di bagian  atas tengah gambar, menunjukan perbedaan ketinggian diatas "permukaan gelap"  dari sunspot.

Ketinggian dari struktur ini telah diestimasikan oleh Dr. Bruce Lites dari High Altitude Observatory berkisar antara 200 dan 450 km. Bagian kecil yang terpisah dari gambar berukuran sekitar 70 km.

Terdapat juga beberapa cahaya "faculae" yang terlihat dari ujung granules yang menghadap observatorium pengamatan. (Prof. Goran Scharmer/Dr. Mats G. Löfdahl/Institute for Solar Physics of the Royal Swedish Academy of Sciences)


SOLAR 005


Gerhana matahari total pada 16 februari 1980 yang difoto dari Palem, India oleh tim riset dari High Altitude Observatory of the National Center for Atmospheric Research. Foto dari corona matahari ini diambil dari kamera system yang dikembangkan oleh  Gordon A. Newkirk, Jr.

Alat khusus ini mangambil gambar corona dalam cahaya merah, 6400 A. (Rhodes College, Memphis, Tennessee / High Altitude Observatory (HAO), University Corporation for Atmospheric Research (UCAR))

SOLAR 006


Planet Venus terlihat dari TRACE satellite NASA, pada permulaan perjalanannya mengelilingi matahari pada 8 juni 2004. (NASA/TRACE)


SOLAR 007


Gambar dari sunspot dan granules pada permukaan matahari, terlihat pada H-alpha wavelength pada 4 agustus 2003 (Swedish 1-m Solar Telescope (SST) operated by the Royal Swedish Academy of Sciences, Göran Scharmer and Kai Langhans, ISP)

SOLAR 008


Solar flare (pijar matahari)  menghasilkan gelombang seismik pada matahari yang hampir mirip dengan gelombang yang dihasilkan oleh gempa bumi di bumi kita, pada 27 mei 1998. Para peneliti mengamati gempa yang diakibatkan oleh solar flare ini yang memiliki sekitar 40.000 kali energi yang dihasilkan oleh gempa bumi yang menghancurkan san fransisco tahun 1906 atau menurut kalkulasi para ahli sama dengan gempa bumi berkekuatan 11.3 SR.

Dalam jangka waktu 1 jam solar flare dapat mencapai jarak 10 kali diameter bumi sebelum lenyap di photosphere matahari. Tidak seperti riak air yang bergerak keluar pada kecepatan konstan, gelombang matahari bergerak dengan kecepatan 22.000 mil per jam sampai dengan kecepatan maksimumnya 250.000 mil per jam sebelum menghilang. (Courtesy of SOHO/EIT consortium. SOHO is a project of internationalcooperation between ESA and NASA)

SOLAR 009


Animasi dari matahari, terlihat dari Extreme ultraviolet Imaging Telescope (EIT) milik NASA pada jangka waktu 6 hari, dimulai dari 27 juni 2005. (Courtesy of SOHO/EIT consortium)

SOLAR 010


Hinode (sebelumnya dikenal dengan nama Solar-B) berhasil menangkap solar flare raksasa pada 13 desember 2006. Ini merupakan solar flare / pijar matahari terbesar yang terjadi pada periode aktivitas matahari minimum. (JAXA/NASA/PPARC)

SOLAR 011


Gambar ini menunjukan Corona untuk aktivitas matahari sedang, dengan beberapa region (merah) panas di kedua hemisphere, dikelilingi oleh (biru/hijau) plasma yang lebih dingin dari corona.

Perhatikan juga filamen putaran trans-equatorial di bagian utara dari polar-crown dan lubang corona (coronal hole) pada bagian sudut tenggara (kanan bawah) dari gambar dan bagian yang lebih kecil di atas kutub utara.

Gambar ini menunjukan corona matahari dalam false-color, komposit 3-bagian: biru, hijau dan chanel merah menunjukan wavelength / panjang gelombang 171A,195A, dan 284A, secara berturut-turut (paling sensitif pada emisi 1, 1.5, dan 2 juta derajat gas). (TRACE Project, Stanford-Lockheed Institute for Space Research, NASA)

SOLAR 012


Gambar dari sunspot / noda matahari dengan bentuk tidak beraturan dan granules pada permukaan matahari, terlihat pada 22 agustus 2003. (Swedish 1-m Solar Telescope (SST) diopersikan oleh the Royal Swedish Academy of Sciences, Oddbjorn Engvold, Jun Elin Wiik, Luc Rouppe van der Voort, Oslo)

SOLAR 013


Pada 8 November 2006, merkurius terlihat, memulai perputarannya di depan matahari. (NASA/TRACE)

SOLAR 014


Gambar TRACE 171Å-wavelength pada 11 November 2006 ini menunjukan region aktif dengan ukuran berubah-ubah pada bagian sayap timur matahari (diputar searah jarum jam 90 derajat sehingga utara adalah bagian kanan) tepat pada saat berotasi menghadap hemisphere bumi.

Perhatikan struktur berwarna hitam dari filamen pada ujung utama region, beberapa material hitam yang mengambang pada bagian kanan region, dan bagian ephemeral di bagian kanan bawah. (NASA/TRACE)

SOLAR 015


Matahari, diamati pada 22 mei 2008. Dengan matahari yang terus beraktivitas pada keadaan minimum, hanya sebagian kecil dari aktivitas saja yang terlihat pada piringan matahari. Penampilan seperti cell terbentuk oleh kumpulan cluster-cluster  kecil magnetic flux yang terkumpul pada region bagian bawah jaringan superglanural  dari pergerakan transmisi. (NASA/TRACE)


SOLAR 016


Gambar pusaran tipis terlihat melengkung di atas region aktif dari matahari pada 1 Januari 200. (Courtesy Dick Shine, NASA/TRACE)

SOLAR 017


Gambar LASCO C2 ini yang diambil pada 8 januari 2002, menunjukan coronal mass ejection (CME) yang tersebar luas pada saat meletus lebih dari 1 milyar ton material terlepas ke ruang angkasa dengan kecepatan jutaan kilometer per jam. Gambar C2 diputar 90 derajat sehingga ledakan nampak seperti menuju ke bawah. (Courtesy of  SOHO/LASCO consortium)

SOLAR 018


Close up detail dari struktur magnetik pada permukaan matahari, terlihat dari
H-alpha wavelength pada 22 agustus 2003. (Swedish 1-m Solar Telescope (SST) dioperasikan oleh the Royal Swedish Academy of Sciences, Oddbjorn Engvold, Jun Elin Wiik, Luc Rouppe van der Voort, Oslo)

SOLAR 019


Pesawat Ruang Angkasa Nasa STEREO mengamati letupan matahari yeng menakjubkan ini pada 29 september 2005 pada 304 wavelength of extreme UV light. Letupan ini muncul dan menghilang selama beberapa jam, nampak seperti bendera terbentang, pada saat terpecah ke ruang angkasa.

Material yang diamati ini sebenarnya helium yang terionisasi pada suhu sekitar 60.000 derajat. Letupan merupakan kumpulan gas yang relatif lebih dingin yang tertahan di atas permukaan matahari dan dikontrol oleh medan magnetik. (NASA/STEREO)

SOLAR 020


Transit dari Bulan melintasi permukaan matahari pada 25 februari 2007 - namun tidak terlihat dari bumi. Pemandangan ini hanya terlihat dari STEREO-B spacecraft di orbit nya di matahari, bergerak di bagian belakang bumi.

Misi STEREO NASA terdiri dari 2 pesawat ruang angkasa yang diluncurkan pada Oktober 2006 untuk mempelajari badai matahari (solar storm). STEREO-B sekarang berada sekitar 1 juta mil dari bumi, 4,4 kali lebih jauh dari bulan daripada kita di bumi. Sebagai hasilnya bulan nampak 4,4 kali lebih kecil dari yang biasa kita lihat. (NASA/STEREO)


SOLAR 021


Pada 30 September 2001 TRACE mengamati flare M1.0 di region aktif sangat dekat dengan bagian sayap matahari. Fragmen dari prominence bergerak di atas region, dengan material filamen gelap (yang relatif lebih dingin) bergerak mengikuti di bagian garis permukaan, yang kemudian berpisah untuk membentuk outline terang berbentuk naga ini. (NASA/TRACE)
Read more »

 
Powered by Blogger